TIPE-TIPE RUMAH-TANGGA (2)

3. Yang ketiga, model rumah tangga gaya pasar.

Di pasar ada pembeli dan penjual. Si pembeli ini ingin membeli barang semurah mungkin, sebaliknya penjual ingin menjual barang semahal mungkin.

Si pembeli berkata, “Pokoknya harganya sekian.” Si penjual juga berkata, “Pokoknya harganya sekian.” Dua-duanya pakai kata pokok. Susah. Tidak ada koma, masing-masing menggunakan titik.

Begitu pula dalam rumah tangga, kalau suami mengatakan pokoknya dan istri mengatakan pokoknya, dua-duanya tidak menggunakan koma, masing-masing pakai titik; maka tidak ada lagi kesepakatan.

Apa yang terjadi ketika seorang istri mengatakan pada suaminya, “Pokoknya saya sebagai istri tidak mau menjadi ibu rumah tangga, titik.”

Suami berkata, “Pokoknya sejak kamu menjadi istri saya, tugas kamu adalah mencuci, mengepel, membersihkan, emnyiapkan makanan, mengurus anak-anak, itulah tugas kamu, ibu rumah tangga, titik.”

Kemudian istrinya mengatakan, “Pokoknya sejak saya menikah dengan Anda, saya nggak mau hanya sekedar menjadi ibu rumah tangga, saya nggak mau hanya sekedar menjadi seorang istri, saya ingin bekerja Mas, saya ingin independen, saya tidak mau tergantung pada suami. Saya ini jelek-jelek sarjana lho mas,”

Dua-duanya pakai titik. Harus ada bargaining power, harus ada satu tawar-menawar yang semestinya dalam sebuah rumah tangga. Harus ada kompromi.

4. yang keempat model rumah tangga gaya Grave atau kuburan.

Anda tahu bagaimana suasana di kuburan, suasana yang khas dari kuburan itu adalah sunyi, senyap, tenang, dan tidak ada suara. Itulah rumah tangga gaya kuburan.

Suami istri hidup puluhan tahun tidak pernah berkomunikasi, tidak pernah ada kata-kata. Suami dan istri saling tidak bertegur sapa. No communication, No words, tidak ada komunikasi, tidak ada kata-kata.

Sehingga, wajarlah kalau anak-anak itu mengalami kesuliatan berbicara. Ini pernah terjadi  di suatu temapat d indonesia ada sebuah keluarga yang tidak pernah mengadakan komunikasi antara suami dengan istri, akhirnya anak itu mengalami kesulitan berbicara, gagap dalam berbicara, padahal dia terlahir normal.

Bagaimana dia bisa berbicara sementara tidak mendapatkan kosakata sedikitpun dari orangtua karena orangtuanya bisu. Tidak pernah bicara, tidak pernah berkomunikasi.

Saya yakin dari model yang pertama sampai model yang keempat ini, boleh jadi Anda mungkin termasuk salah satunya. Inilah saatnya kita jujur pada diri sendiri.

BERSAMBUNG, TIPE-TIPE RUMAH-TANGGA (3) : 5. Gaya Sekolah, 6. Gaya Masjid

Salam Ikhlas !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *