Situs Bersejarah di Kota Madinah

Sejarah Masjid Nabawi

Masjid yang dibangun Nabi Saw ketika datang dari dari Qubâ dari perjalanan hijrahnya. Ketika sampai di Madinah, para qabilah menawarkan diri agar mereka menetap di kediaman mereka, tapi ditolaknya dengan halus seraya berkata: “Biarlah Unta ini (yang) menuntunku.” Sampailah untanya di tempat pengeringan kurma milik dua orang anak yatim yang bernama Suhail dan Sahal yang diasuh oleh As’ad bin zararah al-Anshari. Tempat ini hanya sebidang tanah untuk mengeringkan kurma dan sebagian kuburan musyrikin. Nabi Saw membeli tanah itu dengan harga 10 dinar walaupun kedua anak yatim tadinya rela memberikan tanahnya untuk Nabi Saw. Untuk kedua kalinya unta beliau bergerak lagi ke tempat kediaman Abu Ayûb al-Anshâri. Setelah tinggal dua hari, mulailah pembangunan masjid, dan ketika itu arah kiblat menghadap ke Masjid al-Aqsha. Pembangunan ini berlangsung selama 7 bulan. Kemudian dibangun dua ruang di selatan masjid bagi ‘Aisyah dan Saudah. Dibangun pula tempat bagi ahli suffah (kaum miskin dari golongan Muhajirin).  Ketika pertama kali di bangun diameter mesjid brukuan 35 x 30 meter dengan dinding batu atau sejenis tanah yang di keringkan dengan pilar terbuat dari batang pohon kurma dan beratapkan pelepah kurma. Sedangkan mimbar Nabi Saw terbuat dari pohon kurma kering. Ketika khutbah beliau hanya berdiri di batang pohon kurma itu. Kemudian dibuat kan mimbar baru yang terbuat dari pohon kurma yang di kerat pada sisinya sehingga berbentuk tangga yang terdiri dari 4 tangga. Ketika berkhutbah beliau berdiri pada anak tangga yang ketiga.

Keutamaan Masjid Nabawî

Salat satu rakaat di Masjid Nabawî sama pahalanya dengan mengerjakan 1000 atau 10.000 rakaat selain di Masjid ini, kecuali masjidil Haram yang berpahala 100.000 rakaat. Nabi Saw besabda:

“Satu kali salat di masjidku ini lebih utama dari seribu rakaat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram, satu rakaat salat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu rakaat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad).

Di dalam masjid ada tempat diantara mimbar Nabi Saw dengan rumah beliau yang disebut dengan Raudhah, mengenai keutamaan tempat ini Rasulullah Saw bersabda:

“(Ada sebuah) Tempat yang terletak di antara rumahku dengan mimbarku (dan tempat itu) merupakan salah satu taman di antara taman surga.” (HR. Bukhari).

Disunahkan menziarahi kuburan Nabi Saw sebagaimana sabda beliau Saw:

“Siapa saja yang menziarahi kuburanku maka dipastikan ia akan mendapat syafaatku.” (HR. al-Bazzar, Daruqhutni dan Ibnu Khuzaimah)

Etika Masuk Masjid Nabawî

1. Tiba di Madinah perbanyaklah shalawat, mandi, berwudlu lalu berpakain yang terbaik dan pakailah minyak wangi.

2. Masuk ke Masjid dengan kaki kanan sambil membaca doa yang singkat:

Allâhummaftah lî abwâba rahmatika

“Ya Allah, bukakanlah pintu rahmat-Mu untukku.”

3. Salat tahiyatul masjid dua rakaat, di rakaat pertama membaca Fatihah dan al-kafirun kemudian di rakaat kedua membaca al-Fatihah dan al-Ikhlas.

Kemudian mendatangi Raudlah dan salat sunat kemudian mengucapkan Salam kepada Nabi, Abu Bakar dan Umar:

Assalaamu ‘alaika yaa nabiyyallahi, assalaamu’alaika Yâ sayyidal mursalîn wa imâmal muttaqîn. Asyhadu annaka qad ballaghtar risâlah wa addaital amânah wa nashahtal ummat wa jâhadta fillâhi haqqa jihâdih

“Salam sejahtra bagimu wahai Nabi Allah, salam sejahtera atasmu wahai pemimpin semua nabi dan pemimpin orang yang muttaqin. Saya bersaksi, sesungguhnya engkau telah menyampaikan risalah Allah dan telah menunaikan amanah, engkau telah memberi nasehat kepada umat, dan engkau telah berjuang dijalan Allah dengan jihad yang benar”.

Kemudian memberi salam kepada Abu Bakar dan Umar. Kemudian berdoa menghadap kiblat (dilakukan diluar mesjid) terutama mensyukuri nikmat Allah hingga bisa mendatangi masjid

Perhatian

Jangan mengusap, mencium pagar besi Makam Nabi atau lainnya, karena perbuatan ini berlawanan dengan sunnah Rasul yang berakibat rusaknya kesucian ibadah anda.

(bersambung ke  Situs Bersejarah di Kota Madinah 2 )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Assalamu’alaikum Admin saya mau tanya...
Powered by