Kumpulan Doa Umroh SESUAI SUNNAH RASULULLAH SAW (Doa Tambahan)

DOA-DOA TAMBAHAN :

1. Doa Orang Yang Akan Bepergian Untuk Keluarga Yang Ditinggal

أَسْتـَوْدِعُ اللهَ دِيْنَكَ  وَأَمَانَـتَكَ  وَخَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ

ASTAUDI’ULLOOHA DIINAKA,  WA AMAANA TAKA, WA KHOWAATIIMA ’AMALIKA

“Aku menitipkan agamamu, amanatmu dan akhir dari semua perbuatanmu hanya kepada Allah”.

2. Doa Orang Yang Akan Ditinggal Bepergian

زَوَّدَ كَ الله ُالتَّـقْـوَى  وَغَفَرَ ذَنــْبَكَ  وَيـَسَّرَ لَكَ اْلخَيْرَ حَيْثُ مَا كـــُنـْتَ

ZAWWADAKALLOOHUT TAQWAA, WA GHOFARO DZANBAKA,

WA YASSARO LAKAL KHOIRO HAITSU MAA KUNTA

”Semoga Allah memberikan bekal taqwa kepadamu, mengampuni dosamu dan memudahkan kebaikan kepadamu di mana saja kamu berada”.

3. Doa Ketika Keluar Dari Rumah

بِسْمِ اللهِ  تَـوَكــَّلْتُ عَلَى اللهِ  وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ   إِلاَّ بِاللهِ

BISMILLAAHI TAWAKKALTU ’ALALLOOHI WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAHI

“Dengan nama Allah (aku keluar) aku bertawakal kepada Allah dan tiada daya dan upaya kecuali atas (izin dan pertolongan) Allah”.

4. Doa Ketika Duduk Di Atas Kendaraan

اَللهُ أَكْـبَرُ- اَللهُ أَكْـبَرُ- اَللهُ أَكْـبَرُ

. سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا  وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ

وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنـْقَلِبُوْنَ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا اْلِبرَّ وَالتَّـقْـوَى

وَمِنَ اْلعَمَلِ مَا تَرْضَى

. اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّا بُعْدَهُ.

اَللَّهُمَّ أَنـْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَاْلخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ

. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَآءِ السَّفَرِ وَكـَآبَّةِ اْلمَنْـظَرِ

وَسُوْءِ اْلمُنْقَلَبِ فِي اْلمَالِ وَ اْلأَهْلِ.

ALLOOHU AKBAR (3x).

SUBHAANALLADZII SAKHORO LANAA HAADZAA

WAMAA KUNNAA LAHUU MUQRINIIN,

WA INNAA ILAA ROBBINAA LAMUNQOLIBUUN.

ALLOOHUMMA INNAA NAS ALUKA FII SAFARINAA

HAADZAA ALBIRRO WAT TAQWAA,

WAMINAL ’AMALI MAA TARDLOO.

ALLOHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA SAFARONAA HAADZAA,

WATHWI ’ANNAA BU’DAHU.

ALLOHUMMA ANTASH SHOOHIBU FISSAFARI

WAL KHOLIIFATU FIL AHLI.

ALLOOHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN WA’TSAA ISSAFARI

WA KA AABATIL MANDHORI

WA SUU’IL MUNQOLABI FIL MAALI WAL AHLI

“Allah Maha Besar (3x).

Maha suci Allah (Dzat) yang menundukkan

(kendaraan dan perjalanan) ini kepada kami,

sedang sebelumnya kami tidak mampu

dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.

Ya Allah sesungguhnya kami mohon kebaikan dan taqwa dalam perjalanan ini,

dan bimbinglah kami melakukan perbuatan yang Engkau ridloi.

Ya Allah permudahlah perjalanan kami ini, dan jadikan

perjalanan yang jauh seolah-olah dekat.

Ya Allah Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluargaku.

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu

dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan

dan perubahan yang jelek dalam harta dan keluarga”.

5. Meminum Air Zamzam

أَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْئَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

ALLOOHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN WA RIZQON WAASI’AN

WA SYIFAA-AN MIN KULLI DAA-IN

“Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang luas dan obat dari segala penyakit”.

Multazam

Secara bahasa Multazam adalah tempat yang sangat diperlukan. Kemudian menjadi nama tempat, yaitu antara sudut Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah. Tempat inilah yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagai tempat mustajab untuk berdo’a. diriwayatkan sunan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash

Berdo’a tersebut cukup dengan mengarah kepadanya, sebab daerah tersebut sangat sempit, kalau seseorang memaksakan berdiri di tempat itu, tentu sangat mengganggu orang yang sedang nmelaksanakan thawaf, apalagi bergelantungan atau mendekap ka’bah sambil merintih dan menangis, hal ini tidak dibenarkan karena Rasulullah tidak melakukan hal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Assalamu’alaikum Admin saya mau tanya...
Powered by